Senin, 10 September 2012

DOCLANG KHAS BOGOR


Pernah dengar kata doclang? Atau bahkan pernah mencicipinya? Mungkin untuk Anda yang tidak tinggal di Kota Bogor, asing dengan kata doclang.

Doclang merupakan makanan khas Kota Bogor. Namun tidak sepopular  makanan khas Bogor lainnya, seperti touge goreng, asinan Bogor, roti unyil.

Meskipn demikian penggemar doclang tidak sedikit, mulai dari anak kecil hingga orang tua. Sebenarnya isi doclang itu sendiri cukup sederhana, terdiri atas potongan lontong yang dibungkus daun patat, kentang, tahu serta telur rebus, dan kerupuk sebagai pelengkap.

Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang ditumbuk dan dicampur dengan berbagai rempah Ditambah kecap secukupnya dan sambal bagi yang suka pedas.

Rasanya gurih dan sedikit manis. Doclang sangat tepat disantap pada pagi hari karena porsinya yang tidak terlalu besar, Namun jika Anda ingin menyantap di siang atau malam hari tidak menjadi masalah.Salah satu tempat makan doclang yang sudah ada sejak tahun 1974 adalah Warung Doclang Bapak Odik.

Warung yang setiap hari buka pukul 07.00 sampai pukul 14.00 terletak di Jalan Aria Surialaga (dulu Jalan Pasir Kuda). Letaknya tidak jauh dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihya Bogor. "Awalnya dulu bapak malah hanya ambil dari orang lain, tapi karena jumlahnya terbatas maka akhirnya membuat sendiri.

Ibu yang membuat  bumbunya," kata Ismail Marzuki, anak kelima Odik.Warung doclang milik Bapak Odik berbeda dengan warung doclang lainnya. Di sana Anda bisa merasakan sensasi yang berbeda pada bumbu kacang yang disiramkan di atas potongan lontong.  

Bumbu kacangnya benar-benar dibuat dari tumbukkan kacang tanpa dicampur bahan-bahan lainnya, seperti umbi agar terlihat kental. Ketika di lidah  Anda akan merasakan butiran-butiran kacang yang tidak ditumbuk halus.Selain itu, keunikan doclang adalah pada lontongnya.

Pembuatan lontong itu tidak memakai daun pisang melainkan daun patat atau limpung sebagai pembungkus. Dari semua pedagang doclang, hanya Odik yang membuat lontongnya tiga kali lipat dari lontong biasa.

Ukurannya jumbo, kurang lebih 20 cm x 20 cm.Dengan harga Rp. 8.000 (pakai telur) dan Rp. 7.500 (tidak pakai telur), Anda sudah bisa mecicipi makanan khas Kota Bogor di Warung Doclang Bapak Odik.Hingga saat ini Bapak Odik tidak membuka cabang di berbagai tempat.

Hanya saja, saudara Bapak Odik membuka warung doclang dengan mengunakan namanya.Jembatan MerahSelain Warung Doclang Bapak Odik, di Jembatan Merah ada Warung Doclang 405 yang sudah bertahan dari tahun ke tahun.

Terletak di samping Toko Terang tepatnya terletak di emperan depan Toko Laris.Foto: Gerobak Doclang 405 di emperan depan Toko Terang, Bogor.

Tempatnya sangat mudah ditemukan karena tidak jauh dari Jembatan Merah atau Stasiun Bogor. Warung Doclang 405 ramai pada sore hingga malam hari

Penulis : Harmiluarsih Yunisari